Fawaidur Ramdhani

Alumnus Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya dan Dosen Ma’had Ali UIN Sunan Ampel Surabaya. Minat pada kajian tafsir Al-Quran Nusantara, manuskrip keagamaan kuno Nusantara, dan kajian keislaman Nusantara

Artikel Terbaru

Surah Al-Baqarah Ayat 282: dari Pencatatan Manual ke Aplikasi Pengelola Keuangan

Melihat begitu kompleksnya kebutuhan manusia, dan beberapa keahlian yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain, mendorong manusia untuk saling berinteraksi sosial yang...

Empat Kosakata Makan dan Makanan dalam Alquran

Makan makanan yang halal dan baik merupakan tuntunan agama. Makanan disebut halal ketika ia termasuk makanan yang boleh dimakan dan didapatkan dengan cara yang...

Meski Zaman Telah Berubah, Pendidik Tetap Perlu Ada

Sebagai salah satu komponen pendidikan, pendidik memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Dalam cakupan yang lebih rinci, peran pendidik seperti guru adalah sebagai pengajar,...

Etika Bermedia Sosial dalam Pandangan Alquran

Kemajuan dalam bidang teknologi menuntut setiap orang cepat beradaptasi jika tidak ingin ketinggalan zaman. Salah satu dampak positif dari kemajuan teknologi adalah mudahnya mendapatkan...

Refleksi Q.S. Annaml Ayat 17-18: Etika Berlalu Lintas Qur’ani

Jalan merupakan salah satu sarana kehidupan yang memiliki urgensi tinggi bagi eksistensi manusia. Bagaimana tidak, jalan sebagai media transportasi sangat berperan terhadap mobilitas masyarakat...

Potensi Keragaman Qiraah dalam Mushaf Blawong Gogodalem

Seperti halnya rasm yang lazim menggunakan campuran antara ‘utsmaniy dan imla’iy, qira’ah dalam mushaf kuno Nusantara juga lazimnya mengikuti bacaan imam ‘Ashim (w. 128...

Artikel Penulis

Tafsir Kontekstual Gus Dur Seputar Moderasi Islam

Abdurrahman Wahid atau lebih akrap disapa Gus Dur adalah tokoh nasional yang mendunia. Ia dikenal luas sebagai sosok pejuang moderasi beragama. Walau pandangan-pandangannya yang ‘terlampau jauh’ seringkali membuat kebanyakan orang gagal paham. Ada satu buku milik Gus Dur...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (5): Metode dan Sumber Penafsiran

Layaknya tafsir-tafsir pada umumnya, Tafsir Tarbawi di Indonesia disusun berdasarkan metode yang dikehendaki oleh penulisnya. Literatur-literatur yang menjadi sumber rujukannya pun cukup beragam. Mulai dari tafsir-tafsir klasik Timur Tengah, tafsir lokal hingga literatur-literatus khusus tentang pendidikan dan...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (4): Motivasi dan Sistematika Penulisan

Setiap mufassir tentu memiliki motivasi yang berbeda-beda antara satu dan lainnya. Motivasi penulisan tafsir ini biasanya berkaitan erat dengan keinginan atau harapan dan ‘kepentingan’ yang dibawa oleh sang mufassir. Selain itu, setiap mufassir juga memiliki pilihan sistematika...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (3): Paradigma Penyusunan Tafsir

Setiap karya tafsir yang bernuansa atau bercorak khusus mesti diawali dari asumsi-asumsi dasar yang menjadi paradigmanya. Seperti tafsir nuansa ilmi misalnya, yang berangkat dari—setidaknya—tiga paradigma; 1) keyakinan bahwa Al-Quran memuat atau mengandung seluruh ilmu pengetahuan; 2) Al-Quran...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (2): Background Keilmuan Mufassir

Kehadiran karya-karya Tafsir Tarbawi dalam konteks Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari latar bekalang penulis atau mufasirnya. Sebagai sebuah tafsir yang bernuansa pendidikan, umumnya para mufasir Tafsir Tarbawi adalah seorang akademisi dan dosen di perguruan...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (1): Embriologi dan Perkembangannya

Dalam ranah kajian Al-Quran dan tafsir, istilah Tafsir Tarbawi (al-Tafsir al-Tarbawi) bisa dikatakan cukup baru. Kalau merujuk pada karya-karya berbahasa Arab, penamaan Tafsir Tarbawi untuk pertamakalinya digunakan oleh Anwar al-Baz dalam karyanya al-Tafsir al-Tarbawi li al-Qur’an al-Karim...