Fawaidur Ramdhani

Alumnus Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya dan Dosen Ma’had Ali UIN Sunan Ampel Surabaya. Minat pada kajian tafsir Al-Quran Nusantara, manuskrip keagamaan kuno Nusantara, dan kajian keislaman Nusantara

Artikel Terbaru

Tafsir Surah Ar-Rum Ayat 46: Empat Manfaat Angin

Angin merupakan salah satu sumber energi yang memberi segenap manfaat bagi kehidupan manusia. Menurut sebuah penelitian, energi angin merupakan energi terbarukan yang cukup berkembang...

Tafsir Tarbawi: Perintah Bersungguh-sungguh dalam Belajar

“Man jadda wajada” (siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan mencapai apa yang dicita-citakan), demikian ungkapan kata mutiara (mahfudzat) yang sering didengar. Bersungguh-sungguh belajar dan tekun...

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 36: Bantahan Terhadap Misoginis

Misoginis merupakan istilah untuk orang yang memiliki kebencian atau rasa tidak suka terhadap perempuan secara ekstrem. Perilakunya sendiri disebut dengan misogini. Hampir sebagian besar...

Lima Kriteria Seorang Guru yang Tergambar dalam Al-Qur’an

“Menjadi seorang guru adalah menjadi teladan”. Demikianlah ungkapan singkat namun penuh makna. Peran guru sebagai sosok digugu dan ditiru sampai kapanpun takkan pernah terganti....

Tafsir Surah Ibrahim Ayat 6-7: Mengisi Momen Kemerdekaan dengan Bersyukur

Kini, kita telah tiba pada hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-77 tahun. Usia kemerdekaan ini merupakan pencapaian yang begitu besar mengingat perjuangan para...

Kritik Alquran Terhadap Kesenjangan Sosial

Sejak awal penurunan, Alquran melontarkan kritik terhadap kesenjangan sosial yang terjadi di kalangan masyarakat Mekah. Kritik tersebut merupakan langkah untuk menciptakan tatanan masyarakat yang...

Artikel Penulis

Tafsir Kontekstual Gus Dur Seputar Moderasi Islam

Abdurrahman Wahid atau lebih akrap disapa Gus Dur adalah tokoh nasional yang mendunia. Ia dikenal luas sebagai sosok pejuang moderasi beragama. Walau pandangan-pandangannya yang ‘terlampau jauh’ seringkali membuat kebanyakan orang gagal paham. Ada satu buku milik Gus Dur...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (5): Metode dan Sumber Penafsiran

Layaknya tafsir-tafsir pada umumnya, Tafsir Tarbawi di Indonesia disusun berdasarkan metode yang dikehendaki oleh penulisnya. Literatur-literatur yang menjadi sumber rujukannya pun cukup beragam. Mulai dari tafsir-tafsir klasik Timur Tengah, tafsir lokal hingga literatur-literatus khusus tentang pendidikan dan...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (4): Motivasi dan Sistematika Penulisan

Setiap mufassir tentu memiliki motivasi yang berbeda-beda antara satu dan lainnya. Motivasi penulisan tafsir ini biasanya berkaitan erat dengan keinginan atau harapan dan ‘kepentingan’ yang dibawa oleh sang mufassir. Selain itu, setiap mufassir juga memiliki pilihan sistematika...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (3): Paradigma Penyusunan Tafsir

Setiap karya tafsir yang bernuansa atau bercorak khusus mesti diawali dari asumsi-asumsi dasar yang menjadi paradigmanya. Seperti tafsir nuansa ilmi misalnya, yang berangkat dari—setidaknya—tiga paradigma; 1) keyakinan bahwa Al-Quran memuat atau mengandung seluruh ilmu pengetahuan; 2) Al-Quran...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (2): Background Keilmuan Mufassir

Kehadiran karya-karya Tafsir Tarbawi dalam konteks Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari latar bekalang penulis atau mufasirnya. Sebagai sebuah tafsir yang bernuansa pendidikan, umumnya para mufasir Tafsir Tarbawi adalah seorang akademisi dan dosen di perguruan...

Khazanah Tafsir Tarbawi di Indonesia (1): Embriologi dan Perkembangannya

Dalam ranah kajian Al-Quran dan tafsir, istilah Tafsir Tarbawi (al-Tafsir al-Tarbawi) bisa dikatakan cukup baru. Kalau merujuk pada karya-karya berbahasa Arab, penamaan Tafsir Tarbawi untuk pertamakalinya digunakan oleh Anwar al-Baz dalam karyanya al-Tafsir al-Tarbawi li al-Qur’an al-Karim...