Beranda Tokoh Tafsir Muhammad Ali Ash-Shabuni, Begawan Tafsir Ayat Ahkam Asal Aleppo, Suriah

Muhammad Ali Ash-Shabuni, Begawan Tafsir Ayat Ahkam Asal Aleppo, Suriah

Muhammad Ali Ash-Shabuni adalah mufasir kontemporer yang concern pada bidang syari’ah. Beliau termasuk kategori ulama mufasir yang produktif terutama di bidang Tafsir Al-Quran sebagaimana yang disampaikan Muhammad Ali Iyazi dalam al-Mufassirun wa Hayatuhum wa Manhajuhum.

Ali Ash-Shabuni merupakan seorang profesor di bidang Syari’ah dan Dirasah Islamiyah (Islamic Studies) di Universitas King Abdul Aziz, Makkah Al-Mukarramah. Magnum opus-nya berupa Shafwah at-Tafasir dan Rawa’i al-Bayan menjadi bukti kepakarannya di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Profil, Perjalanan Intelektual, dan Karir Muhammad Ali Ash-Shabuni

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Ali bin Jamil al-Shabuni. Beliau lahir di kota Helb, Syiria pada tahun 1928 M. Ash-Shabuni lahir dan besar di tengah-tengah keluarga terpelajar. Ayahnya, Syaikh Jamil merupakan salah seorang ulama senior di Aleppo, Damaskus, Suriah. Ia mengenyam pendidikan pertamanya dari bimbingan sang ayah. Ia belajar bahasa Arab, ilmu waris, dan ilmu-ilmu agama.

Sejak usia kanak-kanak, Ash-Shabuni sudah memperlihatkan talenta, bakat dan kecerdasannya dalam menyerap berbagai ilmu agama. Tak pelak, Ash-Shabuni sudah hafal Al-Quran di usia yang masih belia. Maka, tak heran kemampuannya menjadi buah bibir (pujian) di banyak ulama. Ash-Shabuni juga berguru pada ulama terkemuka di Aleppo, seperti Syekh Muhammad Najib Sirajuddin, Syekh Ahmad al-Shama, Syekh Muhammad Said al-Idibi, Syekh Muhammad Raghib al-Tabbakh, dan Syekh Muhammad Najib Khayatah.

Baca juga: Wahbah az-Zuhaili: Mufasir Kontemporer yang Mendapat Julukan Imam Suyuthi Kedua

Setelah menuntaskan rihlah ilmiahnya di Suriah, Ash-Shabuni melanjutkan pendidikannya di Unievrsitas Al-Azhar, Mesir hingga ia mendapatkan gelar Lc (gelar S1) pada tahun 1371 H/ 1952 M. Setelah itu, pendidikan S2-nya ditempuh di universitas yang sama sampai meraih gelar Magister dengan tesis tentang perundang-undangan dalam Islam pada tahun 1952 M.

Dalam bidang spesialisasi hukum syari’, Ia menjadi utusan dari Kementerian Wakaf, Suriah untuk menyelesaikan Al-Dirasah Al-‘Ulya (sekolah pascasarjana). Saat ini Ash-Shabuni bermukim di Makkah dan tercatat sebagai dosen tafsir dan ulumul Quran di Fakultas Syariah dan Dirasah Islamiyah, Universitas Malik bin Abdul Aziz, Makkah.

Menurut penilaian Syekh Abdullah al-Hayyat selaku khatib Masjidil Haram dan mustasyar Kementerian Ta’limiyyah Arab Saudi, Ali Ash-Shabuni adalah seorang ulama yang memiliki disiplin ilmu yang beragam. Salah satu cirinya ialah intensitas waktunya banyak dipergunakan untuk bidang ilmu pengetahuan, seperti menulis dan menelurkan buah pemikiran yang bermanfaat dan memberi pencerahan kepada umat, serta dihasilkan dari penelitian yang cukup lama dan mendalam.

Lebih dari itu, Muhammad Al-Ghazali ketua jurusan dakwah dan ushuluddin fakultas Syariah Makkah menegaskan bahwa as-Shabuni dalam menafsirkan Al-Quran mencantumkan pendapat para ulama baik salaf maupun khalaf, kemudian meringkasnya dalam segi sosial dan bahasa sehingga pembaca bisa melihat pendapat antara tafsir bil manqul dan bil ma’qul dan mengambil manfaat dari pendapat keduanya.

Tatkala menuangkan gagasannya, Ali Ash-Shabuni tidak tergesa-gesa apalagi mengejar syahwat kuantitas karya tulis semata, melainkan menekankan bobot ilmiah, kedalaman analisis, serta mengetengahkan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan agar mampu mendekati kesempurnaan dan memprioritaskan validasi serta tingkat kebenaran.

Baca juga: Mutawalli As-Sya’rawi: Mufasir Kontemporer dari Mesir

Karya-karya

Karya-karya Ash-Shabuni telah mendunia dan menjadi rujukan bagi pelajar muslim yang hendak mempelajari Ilmu Al-Quran dan tafsir tak terkecuali pesantren di Indonesia. Ali Ash-Shabuni termasuk penulis yang produktif. Ia banyak menghasilkan karya-karya terutama karya dalam bidang Al-Quran dan tafsir. Berikut karyanya,

  1. Shafwah At-Tafasir
  2. Rawa’i Al-Bayan Fi Tafsir Ayat Al-Ahkam min Al-Quran
  3. At-Tibyan Fi Ulum Al-Quran
  4. Tafsir al-Wadih al-Muyassar
  5. Qubs min al-Quran al-Karim: Dirasah Tahliliyah Muwassa’ah bi Alidaf wa Maqasid al-Suwar al-Karimah
  6. Min Kunuz al-Sunnah: Dirasat Adabiyyah wa Lughawiyyah min Hadits Syarif
  7. Al-Zawaj al-Islami al-Mubakkir Sa’adah wa Hasanah
  8. Mukhtasar Tafsir Ibn Katsir
  9. Mukhtasar Tafsir At-Thabari Jami’ Al-Bayan
  10. An-Nubuwwah Wal Anbiya’
  11. Al-Mawarits Fi Al-Syari’ah Al-Islamiyyah ‘Ala Dhu’i Al-Kitab Wa Al-Sunnah
  12. Tanwiru Al-Adzhan Min Tafsir Ruh Al-Bayan

Karya-karyanya di atas banyak menjadi rujukan di berbagai dunia. Di samping sibuk mengajar, Ash-Shabuni tercatat aktif dalam organisasi Liga Muslim Dunia. Ia menjabat sebagai penasihat pada Dewan Riset Kajian Ilmiah mengenai Al-Quran dan Sunnah.

Berkat kiprahnya dalam duna pendidikan Islam, pada tahun 2007 dalam sebuah acara bertajuk Dubai Internaitional Quran Award, Ash-Shabuni dinobatkan sebagai personality of the Muslim World. Penobatan beliau menambah daftar panjang ulama kelas dunia, di antaranya Syekh Yusuf al-Qaradhawi. Wallahu A’lam.

Miatul Qudsia
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Sunan Ampel Surabaya, pegiat literasi di CRIS (Center for Research and Islamic Studies) Foundation
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Ilustrasi stunting

Stunting dan Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 233

0
Surah Al-Baqarah ayat 233 yang berbicara tentang cara merawat dan membesarkan seorang anak tidak hanya terbatas pada hukum menyusui seorang anak, wajib atau sekadar...